Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 13 Agustus 2009
Baru saja melihat postingan di website Muslimdily yang Diposting pada Kamis, 13-08-2009 | 08:10:59 WIB
Ada berita tentang jenazah “teroris” yang memperoleh tanda-tanda syahid sebagaimana Trio Bom Bali terdahulu. (berita saya kopas dr sononya)
Kalimat takbir, Allahu Akbar, menggema di kampung Brengosan menyambut kedatangan janazah Air Setiawan dan Eko Peyang. Doa para warga dan pendukungnya seperti yang tertulis dalam spanduk di depan rumah duka seolah tak bertepuk sebelah tangan. Betapa tidak, kedua “syuhada” tersebut sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan sabilillah. Tanda inipun mengingatkan pada trio syuhada Bom Bali.
Muslimdaily.net memperoleh laporan dari beberapa kerabat dan saksi mata yang telah melihat kondisi kedua jenazah.
Berikut adalah bukti dan persaksian kepada Muslimdaily di lapangan.
1. Salah satu pelayat menyaksikan ketika keranda jenazah masuk, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan.
2. Terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di tubuh keduanya. Keluarnya keringat ini sama seperti seseorang yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan
3. Aliran darah juga terlihat keluar dari telinga dan kepala jenazah seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka.
Bukti-bukti foto maupun video akan segera dirilis. (muslimdaily)
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: Air, Air Setiawan, al qaeda, Ali Ghufron, Ali Imron, Amrozi, Ancaman Amrozi, Aneh-Aneh, Australia, Bom, Bom Bali, Bom Marriott, Duo Syuhada, Eko Joko, Eko Peyang, Eksekusi Mati, Imam Samudera, JAT, Jemaah Islamiyah, JI, MMI, Muslimdaily, News Information, Noordin, Noordin M Top, Perjuangan, Syuhada, Tanda Syahid Teroris, Tanda-Tanda Syahid, Teroris, Teroris Bekasi, Teroris Temanggung, Trio Syuhada | 3 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 30 Juli 2009
Karena lagi agak malas ngerjain tugas-tugas kantor, iseng-iseng aku nyari-nyari searching-searching a.k.a goggling sana sini, sampai ahirnya aku teringat akan lagu-lagu perjuangan mahasiswa yang pernah tak simpan di PC waktu masih menjadi Mahasiswa.
Masukin kata kunci satu per satu di situs mbah google sampai akhirnya ketemu beberapa lagu yang ku cari itu. Salah satunya adalah lagu yang berjudul “Totalitas Perjuangan”. Kalau kawan-kawan pernah jadi mahasiswa dan bahkan sempat aktif di kegiatan-kegiatan BEM atau aktivitas-aktivitas gerakan mahasiswa aku yakin dah tahu sama nih lagu. Bahkan mungkin sampai ke sejarah “berdarahnya” (lebai ya? Mungkin nggak juga sih karena emang sejarahnya panjang dan berdarah-darah).
Syairnya kurang lebih seperti ini:
Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan dipersimpang jalan
Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan dilembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel Bebas - Free Article, Gerakan Islam - Islamic Movement, Propaganda, Renungan - Reflection, Tulisanku | Bertanda: Aktivis 1998, al qaeda, Artikel Bebas - Free Article, Gerakan Mahasiswa, Hasan Al Bana, Hassan Al Bana, Ikhwanul Muslimin, Islam, kemerdekaan, Lagu Demonstrasi, Lagu Perjuangan, Laskar Pelangi, Mahasiswa, motivasi, Nasehat Al Banna, Perjuangan, Reformasi, Risalah Ikhwanul Muslimin, surat terbuka, Totalitas Perjuangan, ulama, zionis | 1 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 28 Juli 2009
Saat aku menulis tulisan ini, aku kini telah berada di Jakarta. Sebuah kota besar yang konon menyimpan ratusan juta impian dari sekian juta penduduknya. Tak terpikir sebelumnya aku akan hadir di ibukota negara yang berlabel NKRI ini. Bahkan, aku cenderung tidak mau dan menolak untuk bekerja di wilayah yang konon wilayah metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia ini. Memang Allah SWT, berkehendak lain. Aku sekarang telah bekerja di sebuah perusahaan (ceilleeee… perusahaan..hahahaha) berlabel KPB PTPN berlokasi di Jakarta Pusat.
Semuanya berjalan secara begitu tiba-tiba dan berproses secara cepat namun kuyakin pasti tidak pernah meleset dari kehendak-Nya. Ketika itu, jari jemariku sedang menari-nari di atas toots notebook mengetikkan sesuatu. Di sudut kasur di atas tempat tidur, HP-ku berdering menyahut memohon untuk diangkat.
”Halo…, assalamu’alaikum.” sapaku.
”halo, wa’alaikum salam, apa benar saya berbicara dengan saudara xxxxxxxx?” jawabnya seraya langsung bertanya dari seberang line telepon.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Diary, Tulisanku, Uncategorized | Bertanda: Biografi, Diary, Jakarta, Jayakarta, Karir, KPB PTPN, Pengalaman Kerja, PNS, PTPN, Renungan - Reflection, sms, Sondakan, Sunda Kelapa, Wisuda | 1 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 12 Maret 2008
Bulan bintang di atas cakrawala
Muda belia mencari ikan
Teladan hilang dari para ulama
Cinta dunia takut kematian
Pada hari-hari seperti sekarang ini sangat susah kita dapati, orang yang akhlak-nya (baca: moralnya) bisa kita contoh untuk dijadikan sebagai teladan. Sebagai penggambaran, kita bisa tengok kejadian
beberapa saat lampau, dimana seorang menteri agama yang sudah bertitel Kyai Haji dan juga hafizh (hafal al Quran) ternyata terlibat korupsi dana abadi umat di lingkungan departemennya.
Ada juga tokoh kyai yang beranjak dari profesi pelantun nada yang kemudian dikenal sebagai kyai “nada dan dakwah”, kita saksikan kepergok memiliki seorang istri (dari kawin siri) di sebuah perumahan. Sebelumnya, beliau sangat getol mengusung gerakan anti goyang inul yang kontroversial. Namun, beberapa saat kemudian, justru dia sendiri yang terjebak dalam isu moralitas yang dipertanyakan.
Apakah dunia mendekati kiamat? Pasti! Mana mungkin waktu kiamat akan menjauh? Sudah pastilah, kiamat pasti akan senantiasa mendekat. Kenapa juga “bang Haji” yang seringkali menyerukan kepada jamaahnya dalam tabligh-tablighnya untuk melakukan kejujuran justru dirinya sendiri yang menyuburkan kedustaan? Kenapa juga “bang haji” tidak jujur mengakui dari awal bahwa “bang haji” memang punya istri dari kawin siri? Ah, dunia…. Sudahlah…
Bukan niat hati untuk memberikan vonis kepada dua “kyai” yang sedikit mendapat ujian tersebut. Hanya saja, ini untuk penggambaran kepada seluruh insan bahwa sangat susah mencari figur yang mampu memberikan keteladanan yang nyata dan riil pada saat ini daripada untaian kata tak bermakna.
Semoga kita bisa menjadi figur yang mampu mengambil keteladanan dari seorang pencuri yang mengurungkan niatnya untuk mencuri karena kejujuran, dan mampu memberikan keteladanan untuk semesta. (Fikreatif)
Ditulis dalam Renungan - Reflection | Bertanda: Jujur, Kejujuran, Keteladanan, Kisah Makna, Kisah Teladan, Kyai, Pantun, pantun Nasehat, Renungan, Teladan, ulama | 6 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 4 Agustus 2008
Gambar di samping tersebut adalah gambar yang memperlihatkan bahwa orang-orang Yahudi Israel ternyata sejak kecil telah membiasakan anak-anak mereka dengan senjata. Gambar itu gue dapat (copy paste) dari my friend here.
Tak heran jika setelah besar, mereka menjadi serdadu yang haus darah. Mereka anggap nyawa warga Palestina seperti mainan atau binatang.
Tak heran pula bila mereka kelak ketika sudah dewasa dengan gampangnya membantai warga Palestina.
Bayangkan KAWAN…!!!!
Apa yang akan media-media besar tulis jika yang ada pada gambar disamping ini adalah anak-anak Palestina ! ! ! Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam News Information, Propaganda, Renungan - Reflection, Uncategorized | Bertanda: anak-anak yahudi, Arab, hamas, Israel, Kafir, palestina, Yahudi, zionis | 7 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 1 Agustus 2009
Teror bom yang mengguncang tanah air semakin membuat Kepolisian RI terus meningkatkan latihan dan simulasi bom. Entah karena kebodohan atau keteledoran aparat-aparat ini, simulasi bom yang digelar ternyata justru menelan korban jiwa. Yang lebih hebohnya lagi, yang tewas justru tim penjinak bom nya.
Satu personel anggota Brigadir Mobil atau Brimob, gugur dalam latihan anti-teror.
“Benar, satu anggota gugur dalam latihan anti-teror di laut atas nama Brigadir James Timpolas,” kata Kepala Polda Sulawesi Utara, Brigadir Jenderal Bekto Suprapto, dalam keterangan kepada VIVAnews, Sabtu, 1 Agustus 2009.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam News Information | Bertanda: al qaeda, Amrozi, Australia, Bom, Bom Bali, Bom Brimob, Bom Polisi, Brimob, Brimob Meledak, Brimob Tewas, Densus, Densus 88, Eksekusi Mati, Humor - Funny, Kebobrokan Polisi, Kebobrokan Polri, Kebodohan Polri, konspirasi, Latihan Brimob, Latihan Densus, Latihan Polri, Polisi, Polisi Bom, Polri, Propaganda, zionis | 2 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 31 Juli 2009
Sejumlah kejanggalan dari peristiwa meledaknya bom pada 17 Juli lalu di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott dibahas beberapa pengamat Islam. Di antara mereka ada Jose Rizal Jurnalis dari Mer-C, Fadhli Zon dari tim sukses Mega Prabowo, dan Muhammad Al-Khaththath dari Forum Umat Islam atau FUI. Diskusi diselenggarakan di Wisma Dharmala Sakti Jakarta, Rabu siang kemaren.
Menurut Al-Khaththath, sehari setelah peristiwa bom itu, sejumlah ormas Islam bertemu di PP Muhammadiyah. Dari situ mereka dapat informasi bahwa pada saat terjadi peledakan, ada 130 anggota CIA yang bermalam di Hotel Marriott. “Saya yakin, ini bukan hal kebetulan!” ujar sekjen FUI ini.
Sayangnya, tidak ada media yang memberitakan soal keberadaan sejumlah agen intelijen Amerika ini yang secara kebetulan berada di lokasi kejadian.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam News Information | Bertanda: al qaeda, Amrozi, Aneh-Aneh, Artikel Bebas - Free Article, Australia, Bom Bali, Bom Marriott, Bom Ritz Carlton, CIA, CIA di Indonesia, Diary, Eksekusi Mati, Hotel Marriott, Imam Samudera, Islam, Israel, JAT, konspirasi, Kontrateroris, Marriott, Propaganda, Ritz Carlton | 17 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 29 Juli 2009
Sebuah blog baru yang menyatakan milik kelompok Al Qo’idah Indonesia muncul di internet. Pada blog tersebut memberikan keterangan resmi kelompok Al Qo’idah Indonesia atas serangan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton.
Belum jelas siapa pembuat blog tersebut, apakah benar-benar dari Al Qo’idah Indonesia. Berikut pernyataan yang dituliskan dalam blog yang beralamat di http://mediaislam-bushro.blogspot.com/ tersebut.
Tulisan ini saya copy paste dari blog pada alamat link di atas. Silakan mengklik langsung pada alamat di atas!!!!
Minggu, 2009 Juli 26
.1.
KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA
ATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAH
DI HOTEL JW. MARRIOT JAKARTA Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Gerakan Islam - Islamic Movement, News Information, Opini, Propaganda, Uncategorized | Bertanda: al qaeda, Al Qoidah, Amrozi, Ancaman Amrozi, Ancaman Imam Samudera, Australia, Bom Bali, Bom Marriot, Bom Ritz Carlton, Imam Samudera, JAT, Jemaah Islamyiah, JI, Marriot, Mujahidin, Nurdin M Top, Pengakuan Nurdin M Top, Pernyataan Al Qaidah, Pertanggungjawaban Al Qaida, Pertanggungjawaban Nurdin, Propaganda, Ritz Carlton, surat terbuka, zionis | 217 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 14 Juli 2009
Susahnya Membuat Tim Yang Satu dan Padu
Beberapa hari yang lalu, dua orang kawanku, sebut saja Nida dan Lani, bercerita (jw: ngudoroso) kepadaku mengenai kerugian proyek event yang mereka garap bersama tim yang mereka namakan dengan “Semut Merah”.
Cerita itu berawal dari pertemuan beberapa orang yang memiliki minat dalam dunia Event Organizing. Diantara beberapa orang tersebut terdapat pula tiga kawan sobatku. Akhirnya, berlima mereka sepakat untuk membentuk sebuh tim untuk mengelola event yang lebih keren dikenal dengan Event Organizer (EO). Mereka menyebutnya dengan “Semut Merah” (katakanlah demikian).
Satu hari berdiri, “semut merah” telah berhasil memperoleh proyek even yang akan menjadi sasaran pundit emas bagi mereka. Kupikir saat itu mereka sangat hebat karena baru sehari berdiri, mereka sudah memperoleh job. Kendatipun dari beberapa informasi even tersebut ada sedikit bantuan dari orang tua pimpinan produksi “Semut Merah” yang memiliki pengaruh di sebuah Universitas swasta terkenal di kota Solo, namun secara umum aku tetep terheran dan tertegun dengan kemajuan mereka. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel Bebas - Free Article, Diary, Renungan - Reflection, Tulisanku, Uncategorized | Bertanda: Aneh-Aneh, Artikel bebas, Artikel Bebas - Free Article, kekompakan, kesatuan, motivasi, Opini, organisasi, persatuan, Renungan, Renungan - Reflection, satu, Tim | Leave a Comment »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 16 Maret 2009
Setengah Isi, Setengah Kosong
Seorang staf muda bagian promosi produk pakain dalam wanita diminta oleh pimpinannya untuk melakukan survei pasar di lokasi suku pedalaman. Hal itu dilakukan untuk melihat kemungkinan ekspansi pasar di sana. Hari pertama berada di lokasi membuatnya frustasi karena melihat hampir semua wanita suku pedalaman itu tidak menggunakan pakaian, apalagi pakaian dalam. “Tidak mungkin melakukan ekspansi ke tempat ini!” katanya mantap, lalu ia pun pulang ke kantor pusatnya.
Si pimpinan tidak percaya dan mengirim staf muda lainnya untuk mencari pendapat kedua. Begitu tiba di lokasi, si staf muda yang kedua itu langsung terperangah menyaksikan ada banyak wanita suku pedalaman yang tidak menggunakan pakaian dalam. “Ini kesempatan emas, justru melalui ekspansi pasar inilah membuat mereka semakin beradab!” sergahnya dengan penuh optimisme. Ia pun segera mengubungi kantor pusatnya, menginformasikan bahwa ada ladang baru yang harus digarap. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel Bebas - Free Article, Renungan - Reflection | 5 Komentar »
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 8 Maret 2009
Apa Perlu, Kita Memelihara Amarah dalam Diri?
Dua hari lalu, ortu-ku ke Semarang. Rencananya, mereka hendak menjenguk pamanku yang sedang terbaring sakit. Ia terserang Hepatitis. Aku tidak tahu apakah Hepatitis A, B, C, D, atau Z. Mereka berangkat pagi-pagi buta setelah sholat subuh.
Sekitar waktu maghrib, kedua ortu nyampai rumah. Ibuku bilang ke aku, ”Fik, kamu tak bilangin ya. Tadi khan niat ke Semarang mau niat nengok Pamanmu yang sakit khan?”
”ee…, sampai sana malah ibu seperti diprovokasi. Ibu jadi malah marah.”
”Lha kenapa? Kok bisa?”
”Lha gimana tidak, sudah tahu kalau bapak dan ibumu ini mau pergi haji tahun depan tapi masih susah nyari kekurangan uang untuk nglunasinya. Eeee pamanmu malah bilang ke bapakmu agar bapak menghajikan simbahmu. Jalan pikirnya gimana sih..? Apa ga nambah mangkel ibu?”
”Oalah… Lha mbok ya ga usah dipikir dan dimasukin hati. Paman khan emang gitu. Kalau ngomong semaunya seolah tanpa dipikir. Ya biarin aja. Lagian dia juga baru sakit. Anggap saja paman lagi ngigau.”
Dalam kondisi sekarang, ibuku memang kurang suka dengan adik-adik Ayahku. Alasannya, adik-adiknya ayahku dianggap oleh ibuku sudah lupa daratan. Jadi, alkisah memang ayahku anak nomor satu yang bertanggungjawab terhadap adik-adiknya. Sejak beliau SMA, ayah sudah bekerja membantu simbahku bikin baju dan jahitan. Ketika kuliah di Ekonomi UNS (dulu masih Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negera Surakarta), ayahku nyambi kerja pada seorang dokter sebagai pegawai administrasi. Uang hasil jerih payahnya, tidak hanya untuk biaya kuliahnya semata. Namun selain itu, uang jerih payahnya dibagikan juga kepada adik-adiknya untuk biaya sekolah atau kuliah mereka. Padahal adiknya ada enam orang. Setidaknya, empat orang diantaranya mampu sekolah atas bantuan biaya gaji ayahku. Ketika ayahku menikah, adik-adiknya masih mendapat uang dari ayahku. Hingga pada akhirnya, adik-adik ayahku selesai dengan sekolah atau kuliah mereka, barulah ayahku memberikan penghasilannya secara utuh untuk keluarganya, ibuku. Tindakan ayahku tersebut bertumbal pada kuliahnya di Ekonomi yang harus kandas di tengah jalan. Ayahku yang terhitung mahasiswa pandai harus berhenti kuliah demi adik-adiknya.
Nah, setelah adik-adiknya itu pada akhirnya menikah dan berkeluarga, menurut ibuku, adik-adiknya itu seolah lupa akan perjuangan ayahku. Ibuku yang juga merasakan pahit dan getah tindakan ayahku yang membiayai pendidikan adik-adiknya mungkin merasa sakit hati ketika adik-adiknya lupa akan jasa ayahku. Pamanku yang tinggal di Semarang, jika berkunjung ke Solo, hampir tidak pernah mampir ke rumah ayahku. Sementara bibiku yang tinggal di daerah Sukoharjo juga dianggap tidak pernah berkunjung ke rumahku. Padahal, bibiku hampir secara rutin berkunjung ke rumah pamanku yang di Semarang dan Pati. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Artikel Bebas - Free Article, Diary, Renungan - Reflection, Tulisanku | Bertanda: Amarah, Aneh-Aneh, Artikel bebas, Artikel Bebas - Free Article, Emosi, Manajemen Qolbu, Marah, Opini, Renungan, Renungan - Reflection | Leave a Comment »