Ditulis oleh amaduq01 di/pada Juli 13, 2008
Mendirikan Usaha Itu Ternyata Tak Mudah
(Edisi Suka Duka Memasang Spanduk)
Jumat. Kalender menunjukkan tanggal 11 Juli 2008. Aku berencana memasang spanduk promosi PERSADA PRIVAT di beberapa sudut gang atau sudut kota Solo.
PERSADA PRIVAT (selanjutnya aku sebut Persada) adalah nama lembaga bimbingan belajar privat yang aku bangun bersama seorang kawanku bernama Zaki Setiawan (silakan lihat blognya kalau berkenan dengan klik di sini). Persada sebenarnya belum genap satu tahun berdiri. Lembaga bimbingan belajar privat ini mungkin baru berusia sekitar 9 bulan karena berdasarkan jurnal keuangan, baru tercatat transaksi pertama pada bulan November 2007. Aku masih ingat betul siswa pertama kami, namanya Hanif Isa Baraja. Dia seorang siswa SMU Al-Islam 3 kelas 1. Ia keturunan Arab.
Persada kami dirikan untuk merintis usaha mandiri. Cita-cita besar (kalau tidak mau dikatakan sebagai mimpi) kami adalah mendirikan sebuah perusahaan Holding Company (doakan ya kawan-kawan! Semoga Sukses! Amiin). Dengan kondisi waktu awal mula berdiri, sejujurnya kami belum dan memang tidak memiliki modal serupiah pun. Asumsinya, jika tidak memiliki modal, maka mustahil kami mampu mendirikan sebuah usaha sekalipun kecil. Tapi, alhamdulillah-nya, beberapa bulan sebelum kami sepakat untuk mendirikan usaha bimbingan belajar privat Persada itu, aku dan Zaki Setiawan (dipanggil mas Wawan) telah saling bekerja sama dalam bidang penerjemahan. Saat itu, aku membantu mas Wawan menjadi penerjemah teks-teks bahasa Inggris yang dimintakan untuk diterjemahkan. Aku hanya memperoleh sedikit bagian dari pendapatan penerjemahan. Dalam menerjemahkan teks, aku paling-paling hanya memperoleh Rp. 2.000 – Rp 2.500 per lembarnya. Padahal, teks-teks yang aku terjemahkan saat itu merupakan literatur-literatur di luar bidangku. Beberapa teks yang aku terjemahkan merupakan literatur ilmu-ilmu kedokteran, psikologi, ekonomi, dan pendidikan. Sedangkan saat itu, aku hanya kuliah di Fakultas Hukum dan baru saja menyelesaikan kuliah D3 Bahasa Inggris UNS. Singkatnya, honor menerjemahkan itu terbilang sangatlah kecil. Ketika kemudian, mas Wawan mengajakku untuk mendirikan sebuah lembaga bimbingan belajar, aku agak ragu karena dari mana kita harus mengawali sementara kita saat itu tidak memiliki modal. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | yang berkaitan: Diary, Suka Duka Berwirausaha | 3 Komentar »