Akhirnya Aku Wisuda Juga…!
Ditulis oleh Goda-Gado di/pada 10 Desember 2008
Akhirnya Aku Wisuda Juga…!
2 Desember 2008, sekitar pukul 07.00 WIB aku sudah berada di depan gedung auditorium UNS yang sedang punya gawe gedhe “Pelepasan Wisudawan Wisudawati UNS Dari jenjang Sarjana, sampai Doktor” entah angkatan berapa aku ga terlalu tahu.
Segera saja kulangkahkan kakiku menuju ke dalam gedung Rektorat lantai 1 untuk persiapan akhir sebelum memasuki gedung Auditorium UNS. Sebenarnya, acara ini merupakan wisuda yang keduaku. Sebelumnya, aku pernah diwisuda saat tamat / khatam al quran di TPA kampungku. Oh tidak ding, hehehehe. Bukan. Salah ketik. Yang bener, sebelumnya aku pernah diwisuda setelah dinyatakan lulus kuliah di Diploma 3 Sastra Inggris di universitas yang sama, UNS – Universitas Nomor Satu – hehehehe.
Wisuda kali yang kedua ini memang penuh arti karena target lulusku yang sebelumnya aku tancapkan di dada pada bulan Maret atau April 2009 terlampau. Bahkan jauh terlampaui karena ternyata aku mampu lulus pada kisaran bulan September 2008, di tengah suasana Ramadhan. Saat ujian pendadaran / sidang Skripsi, aku ditanya oleh tiga dosen penguji sekaligus. Aku dicecar pertanyaan dan dipaksa untuk mengeluarkan argumentasi-argumentasiku selama kurang lebih 1,5 jam. Salah satu diantara dewan penguji itu adalah Dekan Fakultas Hukum UNS yang hampir tidak pernah menghadiri undangan ujian skripsi jika beliau tidak benar-benar berada dalam saat yang luang atau jika judul skripsi yang diambil mahasiswa yang bersangkutan tidak menarik. Namanya, Moh. Jamin, S.H., M.H.
Kembali ke seremonial acara wisuda. Memasuki ruang sidang Auditorium, aku duduk di kursi bernomor B-9 20, meskipun sebenarnya tidak ada tulisan B-9 20 di kursi yang kududuki. Nomor B-9 20 maksudnya aku duduk di sebelah Barat (B) barisan / shof ke Sembilan (9), pada urutan ke 20 dari jalan tengah.
Acara kemudian berlanjut mulai dari laporan akademik UNS, sambutan-sambutan, sampai kepada penyerahan ijazah asli dan pemindahan tali topi wisuda ke sebelah kanan (entah apa namanya aku tidak tahu). Prosesi itu merupakan prosesi yang paling lama memakan waktu karena 883 wisudawan dan wisudawati (kalau semua hadir) dipanggil namanya satu persatu untuk menerima ijazah asli dari Dekan masing-masing Fakultasnya.
Dalam laporan akademik tentang Wisuda kali ini, aku mencatat satu hal yang benar-benar membuatku dan mungkin kawan satu angkatanku juga, merasa malu. Namun, kami pun ikut juga merasa bangga karenanya. Hal yang kumaksud itu adalah munculnya nama adik tingkatku bernama lengkap Flosi Cintya Kharisma yang merupakan lulusan lebih dahulu dariku. Tak hanya itu, kuliahnya di fakultas Hukum UNS hanya ditempunya dalam 2 tahun 11 bulan 11 hari. Tak hanya lulus tercepat dari UNS dalam wisuda kali ini, ia pun menempati diri dalam jajaran wisudawati yang lulus dengan predikat CUMLAUDE atau PUJIAN karena nilai IPK-nya mencapai 3,6. Hal itu berbeda denganku yang hanya lulus dengan predikat UJIAN atau PUJAAN (bukan PUJIAN lho ya..). Nilaiku pun tak terlampau tinggi seperti dia. Hanya 3,22 saja.
Tiba giliranku, aku maju ke depan kea rah Dekan Fakultas Hukum UNS, Moh Jamin, menerima ijazah, memindah tali pada topi wisuda, dan kemudian bersalaman dengan beliau. Seraya menjabat tanganku, ia berkata,”Selamat ya Mas..!”
Aku pun menjawab, “Terima kasih, Pak.” Meskipun dalam hati aku berkata, “Selamat datang di dunia menganggur ya nak..” hehehehe….. “Semoga tidak terlalu lama aku menganggur dan bisa segera mengubah statusku menjadi seorang yang berstatus “BEKERJA””, tambahku dalam hati. “Amiin”.
Setelah aku duduk kembali ke tempat semula, aku merasa bete menunggu prosesi penyerahan ijazah yang aku rasa masih akan berlangsung lama. Aku putuskan mengambil HP di saku celana kiriku. Aku kirim sms ke beberapa kawan memanfaatkan bonus 100 SMS yang ku punya.
Singkat cerita, selesailah prosesi acara wisuda. Keluar dari pintu Auditorium, kami disambut beberapa mahasiswa FH yang dengan Megaphone berkata “Seluruh Wisudawan FH UNS diharapkan menuju ke depan Rektorat!”
Aku pun segera saja menuju ke depan Rektorat. Di sana ternyata sudah menungguku (kami_red) dua kereta kelinci yang bersiap siaga mengantar kami menuju Fakultas Hukum UNS. Seperempat jam kemudian, kereta kelinci pun melaju menuju ke Fakultas Hukum.
Sampai di Fakultas Hukum kami disambut oleh jajaran Dosen dan Pegawai Fakultas Hukum untuk mengikuti proses acara penyambutan di Fakultas Hukum. Namun sebelum masuk ke ruang sidang lantai 3 tempat acara berlangsung, seluruh wisudawan dan wisudawati Fakultas Hukum melakukan foto bersama terlebih dahulu di depan lobi gedung.
Pukul 12.00 WIB, acara selesai. Aku pun segera keluar mencari beberapa kawan yang sengaja datang menyambut pewisudaan ku (alah2). Kami pun menyempatkan diri berfoto-foto bersama. Mulai hari itulah, gelar Sarjana Hukum melekat di belakang namaku. Selamat Datang DUNIA NGANGGUR..!!! hehehehe…. J But I hope not…! Viva Justicia…Viva Justicia…!!!


























amaduq01 berkata
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
ressay berkata
Flosi Cintya Kharisma?
Sumpah tuh orang makan apa yach? lulus cepet banget. Tapi wajar kok dia lulus cepat seperti itu. Sepanjang yang aku ketahui, kehidupan yang ia jalani itu antara Kampus, Perpus, dan Rumah.
masiqbal berkata
selamat ya mas… welcome to the real world
masiqbal
http://masiqbal.net
Jaisy01 berkata
Ketika 6 tahun lalu saya wisuda. Salah seorang teman yang disematkan untuk berbicara dipanggung berbicara banyak hal. Dan ujung-ujungnya dengan PeDenya dia berkata keras “Selamat Tinggal Dunia Mahasiswa, Selamat Tinggal Pergerakan Aktivis Mahasiswa, Selamat Datang Pengangguran Baru Indonesia…”
Ada salah satu teman yang bertanya kepada saya, “setiap aktivis selalu menyatakan bahwa mereka telat lulusnya karena “keaktivisannya”. Apakah hal seperti itu benar?”
“Yah, mungkin karena aktivifnya temen2, mereka jadi lupa kalau harus ada mekanisme akademik yang harus dilalui. Malu rasanya jika kita berbangga dengan gelar “aktivis” tetapi lulusnya lama. Karena jelas, bahwa aktivis mahasiswa yang lulusnya lama. Berarti mereka hanya bisa OMDO (Omong Doang). Tidak punya realisasi dalam hidupnya, tidak ada target dalam tujuannya. Bagaimana kita bisa membangun sebuah peradaban, kalau kita hanya berteriak-teriak didalam kampus tetapi nol diluar kampus! Dengan lulusnya kita ini, adalah sebuah tantangan, apakah kita mampu menerapkan apa yang kita pelajari selama 4 tahun atau bahkan lebih! Dan saya sendiri ingin membuktikan, meskipun mengepalai berbagai pergerakan saya tetap mahasiswa yang harus menuntaskan studi yang harus dituntaskan. Saya tidak ingin berlama-lama dalam euforia semu yang menghanyutnya membuat saya harus bertahan dalam kemahasiswaan yang abadi.” Jawab saya.
Ingin menjadi mahasiswa abadi atau aktivis abadi? Ingat, tantangan yang akan dihadapi para wisudawan mahasiswa adalah “Apakah mereka mampu bekerja sesuai dengan ucapan yang dia lontarkan dari setiap apa yang mereka bicarakan?”
Saya ucapkan selamat! Semoga Allah memudahkan perjuangan diluar pagar mahasiswa.
fikreatif berkata
Selamat Datang DUNIA NGANGGUR..!!! hehehehe…. J But I hope not…! Viva Justicia…Viva Justicia…!!!
Ungkapan di atas sebenarnya merupakan sebuah ungkapan majas. Maksud dari kalimat itu adalah sebaliknya.
Sebuah tantangan dari penulis bahwa tradisi Dunia Nganggur setelah lulus kuliah adalah sebuah hal yang harus ditentang dan dihancurkan…!!
Bahwa idealisme yang didengungkan dalam sebuah jargon slogan Viva Justicia adalah sebuah pengingat sekaligus motivasi bahwa Justice is the number one.
Menjaga idealisme memanglah tidak mudah. Namun itu perlu dan harus karena idealisme adalah sebuah cita2. Tak kan pernah gagal sebelum nyawa dicabut dari jasadnya..! Meskipun sangat mungkin cita-cita itu tidak tercapai.
ku teringat sebuah perkataan Panglima Besar Islam.
Kita tidak ditanya tentang hasil perjuangan kita,
Tetapi kita akan ditanya tentang apa yang sudah kita lakukan,
Sampai dimana usaha kita.
Hanya Allah yang menentukan kemenangan
(Jenderal Khattab Rahimahullah)
z03r4 berkata
hi, mas….
wah, udah wisuda nich… hehehe
Selamat yach!
afie berkata
selamat tahun baru, sukses selalu…